Sekapur Sirih

Hidup itu pilihan, meskipun dokrin agama mengatakan semua sudah ditaqdirkan, namun catatan kehidupan berjalan sesuai dengan jalan mana yang kita pilih, berjuang untuk perubahan yang lebih baik & bahagia, atau diam menunggu taqdir.. lakukan pilihan dengan bijak karena itulah taqdir kita

Minggu, 28 November 2010

Puri Hijau Ce'puan Alia: hidup itu pilihan

Puri Hijau Ce'puan Alia: hidup itu pilihan

hidup itu pilihan

     Sudah sejak Rabu tipusku kambuh, dokter keluargaku menyarankan aku istirahat, namun karena aku ogah istirahat di rumah sakit atau di rumah, aku masih saja beraktivitas menyelesaikan tugas2 dinasku dan mengantar jemput reza anakku sekolah, juga mendengar curhatan mamaku yang kesepian di rumahnya di palapa.
     Akhir minggu kemaren aku memang merasakan staminaku makin kedodoran, tapi aku berusaha tetap kuat, baru Sabtu dan Minggu kemaren aku istirahat total, harusnya Senin pagi ini aku sudah cukup sehat untuk kembali beraktivitas; namun saat terbangun tadi pagi, aku merasakan seluruh tubuhku sangat berat untuk digerakan, kepalaku saat diangkat seperti berputar, mulutku pahit, perutku melilit, ya Rabb...aku mendesah lirih sambil berusaha mencari posisi yang enak untuk berbaring telentang.  Pelan2 aku menarik nafas, sementara dibenakku berkelebat wajah suamiku yg sedang jadi relawan di jawa tengah dan wajah sedih reza anakku yang lagi di rumah eyangnya. Ya Allah...desahku lagi sambil menginagat panjangnya list to doku hari ini, "aku harus kuat", suara berdengung berulang-ulang dikepalaku.  Aku harus kuat, sehat dan bangun dari pembaringanku, tidak ada yang akan membantuku, karena aku hanya tinggal sendiri dirumah.  Aku berusaha santai, berpikir positif untuk melawan rasa letih yang menjalar di seluruh tubuhku.  Tarik nafas dari hidung...hembuskan lewat mulut.....tarik nafas... hembuskan... senyum.... senyum.... dengan hati....aku reki... reki 30 menit sambil berbaring di tempat tidurku.
     Setelah reki aku merasakan tubuhku mulai segar, aku bangun, kirim sms ke suamiku tentang kemajuan kesehatanku pagi ini agar yang terkasih itu tidak cemas karena sekitar  pukul 07.07 wib doi nelpon, tapi aku belum bangun dari tidur gelisahku dikarenakan makan obat pukul + 03.15 wib subuh tadi.  Sms ke si bos di kantor izin masuk siang, lalu ke belakang untuk melakukan rutinitas pagiku, sarapan, makan obat pagi, kemudian mandi dan siap2 ke kantor.
     Sekarang aku duduk santai dengan senyum manis di depan komputer dinasku sambil makan mie goreng + teh manis hangat menu makan siangku. List to doku 80% selesai.  Hem.... ternyata Seninku berjalan  tidak seburuk awalnya.  Benar kata orang bijak, hidup itu pilihan, syukur pada Allah Ya Rabb, tadi pagi aku memilih untuk sehat, bangun, dan bahagia. Andai aku larut dengan perasaan mengasihani diriku tadi pagi....aku pasti masih bergelung di tempat tidur di rumahku yang sepi, meratapi kemalanganku karena suamiku terkasih lebih memilih menyelamatkan orang lain jauh di tanah kelahirannya sana dari pada aku; kemudian aku akan merajuk seharian hingga bikin BT suamiku dan makin bikin sedih anakku, juga bikin sebel bosku karena list to do dinasku makin panjang.
     Hidup itu pilihan, aku memilih untuk bahagia dengan pilihanku, mensyukuri berkad2 kecil yang diberikan padaku.